PNPM action lagi……?

Saudara-saudaraku semua Sebangsa setanah air, Se-propinsi kabupaten, Se-Kecamatan desa dan SE yang lainnya. Kembali kita simak lanjutan kisah PNPM di tahun 2009.

Lumayan lama sich tidak bicara’in masalah PNPM, namun bukan berarti para pekerja sosialnya yang biasa disebut BKM dan Kru2-nya udah pada mlempem semangate melainkan lagi nunggu pencairan dana Bantuan Langsung Masyarakat ( BLM ) untuk periode tahun 2009. Bukan berarti juga kami Vacum selama menunggu namun kami mengisinya dengan kegiatan Evaluasi terhaap kegiatan yang sudah terlaksanakan serta terpenting lagi menyiapkan amunisi untuk berperang melanjutkan perjuangan perjalanan PNPM untuk permberdayaan desa terutama Desa Kami tercinta Desa Bago, Desa yang memang We Love U Full, ha, ha, ha, ha, ha…………………
Bertepatan dengan Bulan Ramadhan, kegiatan awal yang dilaksanakan yaitu kegiatan Fisik. TErdapat kegiatan fisik yang digarap yaitu Pembangunan Jalan Rabat Beton RT/RW 04/01, MCK RT/RW 19/04 dan Plengsengan RT 03/01. DIsamping itu kegiatan social dan ekonomi juga siap Beraksi namun pelaksanaannya ditangguhkan hingga Ramadhan berakhir atau lebih tepatnya selepas Hari Raya Idul Fitrih.

Nach….yang unik adalah pembangunan Jalan Rabat Beton RT 04, Sepanjang 60 meter jalan yang semula Mini Makadam sekarang mulai dapat perubahan konstruksi yaitu dirabat yang semua pekerja, tukang dan kulinya berasal dari RT 04 termasuk Swadaya warga-nya juga donk. Memang lain dari pada yang lain, penggarapan Rabat Beton dilakukan pada malam hari mengingat bulan ramadhan jadi habis taraweh para Pahlawan Swadaya RT 04 beraksi. Kali aja kuwatir tidak kuat kalau siang hari !

Memang pembangunan ini jadi sorotan warga termasuk para pengendara yang melintas jalur Jalan Raya Bago mengingat lokasi yang dibangun dengan Jalur Utama. Taraweh berakhir semua-pun beraksi sebagian menyediakan lampu dan air barulah para Tukang dan Pekerja melanjutkan mulai pengukuran, pemetaan, kesetimbangan, mengolah material barulah pemasangan. Aksi dimulai Jam 20.00 kemudian beberapa jam tepatnya 24.00 isi amunisi dulu yag sudah disiapkan oleh warga berupa Makan Berat ala RT 04, lepas dari itu kembali beraksi dan terakhir tepat jam 03.00 jam santap sahur barulah stop pekerjaan.

Memang pembangunan ini bukan jenis proyek, mengingat dana bantuan yang turun hanya sekian persen dari ukuran proyek. Bayangkan saja hanya dengan dana 2,5 Juta terbentuk jalan sepanjang 55 Meter dengan lebar 2 meter dan tinggi 10 Centi meter. Kira2 karena alasan apakah ini terwujud ? Yapz…..benaar sekali berkat Swadaya Warga-lah pembangunan ini terwujud. Memang inilah tujuan dari PNPM ini yaitu Menuju Masyarakat Mandiri

Masih banyak kegiatan yang menuggu, teruslah berjuang para warga Desaku, Berjuang buat Desa kita menjadi maju. Cemangat………………?


By : BKM’s-Reporter
Baca Selengkapnya...

Desaku Melle’ IT

Saat ini kemajuan IPTEK memang suatu hal perlu diwaspai karena disamping mengandung nilai positif ada juga nilai negatifnya. Namun itu semua adalah sebuah resiko yang memang muncul sebagai rangkaian sebab dan akibat dari munculnya suatu hal. Oleh karena IPTEK bukan hal yang harus ditakuti ditinggalkan ataupun dipandang sebagai awal kehancuran moral ataupun suatu budaya. Namun Iptek harus dijadikan suatu hal yang penting, dipelajari dan dikuasai serta semaksimal mungkin berupaya untuk memproteksi sisi negatif yang muncul dari IPTEK ini. Oya maap sebelume pastinya udah pada tahu IPTEK kan? He2....nach ngilangin ke-khawatiran so IPTEK ntu Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi.

Seiring kemajuan zaman maka berbagai taraf kehidupan masyarakat atau lebih tepatnya Budaya bangsa mulai mengalami mobilitas atau perubahan atau perpindahan. Mulai nampak berbagai aktifitas mulai beralih menggunakan Sarana dan Prasarana dari hasil kemajuan IPTEK tadi mulai dari Peralatan kerja, Lingkup Instansi, perkantoran bahkan sekup kecilpun untuk masyarakat desa juga udah mulai terimbas IPTEK ini. Nach bagaimana dengan Desa Bago ya?
Tidak jauh beda dengan desa atau bahkan kota yang lain, Desa Bago juga sudah terimbas dari adanya rentetan kemajuan IPTEK ini atau dengan kata laen Desaku udah Melle’ IT. Sebagai contoh, Desa Bago yang merupakan Desa Agraris hampir seluruh aktifitas penggarapannya mulai menggunakan Hasil Kreasi IPTEK seperti Bajak, dulu pake’ sapi sekarang mulai pake’ Tracktor atau Bajak Mesin, Pengairan dengan sungai mulai diganti dengan pengairan pompa mesin untuk kawasan yang kesulitan air dan sistem panen padi yang dulunya memakai alat manual sekarang menggunakan alat pemisah padi termasuk proses pengolahan menjadi beras sudah menggunakan hasil IPTEK ini.

Pada umumnya hasil-hasil dari IPTEK ini sudah mewarnai corak Desa yang Melle’ IT. Tidak kalah pentingnya lagi Warga Desa udah mulai banyak yang berprofesi atau ber-wiraswasta dengan Hasil Rekayasa IPTEK seperti Usaha Percetakan Digital, Foto Copy, Cetak Foto Digital, Rental Komputer / Warnet bahkan baru-baru ini udah mulai muncul Aktifitas Dunia Maya dengan masuknya fasilitas akses komonikasi yang biasa disebut Internet baek berprofesi atau hanya sekedar cari info, beriklan bahkan ada juga yang bertransaksi dagang. Secara umum seluruh aktifitas warga sudah banya mengalami perubahan dari Desa mati, buram, tertinggal menuju Desa mengarah pada kemajuan yang melle’ IT.

Aktifitas seluruh warga, pemuda termasuk pelajarpun mulai terimbas juga seperti alat komunikasi yang sekarang bernilai kebutuhan bukan mewah lagi karena berbagai kalangan udah pada pake’ jadi pada intinya kata2 Melek IT cocok buat Desaku, Desa Kami DESA BAGO.

Saudara-saudara sekalian sebangsa dan setanah air atau bahkan dunia mancapun bisa membuktikan hal ini. Pintu Gerbang Desa kami selalu terbuka untuk selama-lamanya. Disamping itu anda juga bisa liat dari aktifitas warga yang pada muncul di Dunia Maya atau internet baik yang biasa disebut Email, Bloger, YM ataupun forum2 dunia maya atau bahkan yang ngetrend saat ini yaitu FACEBOOK. Termasuk adanya Blog Desa Bago ini juga suatu bukti dari kata Melle’ IT, itung2 mending walau berupa Blogspot, ya kan? Nach kira2 setelah Melle’ IT Melle’ apalagi ya?

By : Wijaya
Baca Selengkapnya...

Ngabuburit Yuk

Ramadhan adalah Bulan yang memang dinanti – nanti oleh umat islam pada umumnya, tidak terkecuali warga Desa Bago pastinya. Emang sich ketika bulan Ramadhan aktivitas sedikit ada perubahan misale jam kerja sdikit bergeser, aktivitas pasar cenderung pake’ durasi waktu lebih cepat bahkan terkadang pindah tayang, termasuk aktivtas laene. Namun tidak terkecuali juga aktivitas sore warga yang cenderung keliling – keliling dg sepeda ataupun jalan kaki menunggu saat buka puasa tiba yang biasa dinamakan Ngabuburit. Nach kaya’ apa NGabuburit ala Desa Bago ya?
Lepas jam 15.00 arus jalan raya bago udah mulae terlihat kepadatannya baik para pejalan kaki yang serba nyante atau bahkan karena kendaraan baik roda dua taupun empat seliweran. Nah hal ini dikarenakan para warga Desa Bago lagi Ngabuburit yang kadang berkelompok, perorangan, bersepeda, jalan kaki bahkan ada juga yang cuman duduk dipinggir jalan. Ya itung2 mendukung warga yang lagi ngabuburit.

Mayoritas warga berkumpul di tempat-tempat tertentu yang biasanya lumrah digunakan untuk menunggu saat-saat buka puasa alias Bedug Magrib tertabuh. Aktivitas yang dilakukan ketika Ngabuburit biasanya sedikit berbelanja tau sekedar liat-liat baju yang tersedia di Stand-stand sepanjang jalan, beli makanan pembuka dan penutup buka puasa, ada juga yang hanya nongkrong dipinggiran jalan seperti di Counter Ponsel, Sekedar sepeda’an bolak-balik, ada juga yang nongkrong di Jembatan Terpanjang SE-Kab. Proboliggo yaitu Jembatan Pakuniran.

Mayoritas warga Desa yang Ngabuburit adalah Para pemuda ada juga pemudinya donk ditambah lagi Bapak – Bapak Sayang Anak yang juga ikut terjun beraktifitas yang sama dengan warga yang laen. Kalo’ Ibu – Ibunya sich mayoritas g’ada, maklum lah kan tugase masak untuk nyiapin Menu Buka Puasa. Lo Bapak ma anak bisa enak-enakan gitu, he2……….

Ketika saat-saat buka puasa mulai mendekati semisal kurang 5 – 10 Menit semua warga pada nimbrung pulang. NGapaen pulang ya?... Yapz bener cekali untuk Berbuka Puasa jadi bubarnya acara Ngabuburit ini apabila terdengar Bedug Agung gitu. Nach dengan begitu NGabuburit selesai deh namun bisa diulang esok harinya kan? Waduh kaya’e Bedug Agung udah ditabuh tuch, udah ya Ngabuburitnya.......CU

By : WIJAYA
Baca Selengkapnya...

Lebaran Sebentar Lagi

Tanpa terasa Bulan Suci Ramadhan telah memasuki paruh perjalanan menuju ke-Fitrihan. Beberapa waktu yang kami lalui memang dalam kondisi Busy Time mungkin tingkat untuk Up-date Blog Desa Bago ada sedikit kendala. Namun sukur Alhamdulilah kami bersama sudah mulai kumpul lagi dan beraktifitas lagi walau dalam suatu kondisi Menjalani Ibadah Puasa. Nah kali ini kita simak kegiatan Bulan Ramadhan di Desa Bago,OK?

Marhaban ya Ramadhan……………….!

Yaa berbagai penyambutan dilakukan warga Desa Bago. Memang pada umumnya Ramadhan pertama terasa berat namun aktifitas tetap berjalan seperti biasanya. Yang paling menarik adalah menyambut hari pertama puasa aktifitas Pasar Batu Bago ada perubahan aktifitas jual-beli. Banyak warga desa berbelanja dalam rangka menyiapkan santap sahur pertama. Mayoritas hari pertama pengen makan yang enak-enak gitu?
Ramadhan berjalan aktifitas masyarakat tetap eksis juga baik yang berprofesi kantoran ataupun swastawan, taniwan hingga wan wan yang laennya. Intinya Bulan Ramadhan bulan untuk peningkatan ibadah bukan pengurangan aktifitas semata.

Selama bulan Ramadhan sama seperti kegiatan pada umumnya malam hari diisi dengan Taraweh dan Tadarus di Mushollah ataupun mesjid yang ada di Desa Bago. Berbagai aktifitas Patrol Sahur nampak memperindah pelaksanaan Santap Sahur dengan upaya membangunkan Ibu Ibu yang senantiasa selalu pantang menyerah untuk bangun terlebih dahulu guna memasak dalam rangka menyiapkan menu santap sahur.

Hal – hal terbaru yang nampak muncul adalah persipan lebaran. Memang sich kalo diitung-itung lebaran masih sekitar 2 minggu lagi, namun aktifitas warga sudah mulai terbaca. Antara lain buat kue-kue lebaran, baju2 baru, sampai tradisi membagi-bagikan makanan baik berupa nasi ataupun kue bagi tetangga terdekat dalam rangka lebaran. Dalam Bahasa Wong Bago ngetrend-nya TELAS KADE” atau ATELAS.

Disamping itu berbagai Amil Zakat Fitrah sudah mulai terbentuk Di Mesjid, Musollah, Sekolah-sekolah bahkan ada juga Amil Zakat yang melalui organisasi sosial seperti Karang Taruna, BKM, ataupun Orsos laennya.

Yang tidak kalah menariknya adalah Tabungan Daging Sapi ? Udah tau belum apa’an tuch ?.................

Yapz…Tabungan Daging Sapi itu adalah suatu aktifitas masyarakat Desa Bago agar seluruh warga bisa bersama-sama merubah menu khusus pas lebaran yaitu Daging Sapi. Memang Mayoritas ketika lebaran hampir seluruh warga Desa lauknya pasti Daging Sapi ya itung2 ganti menu gitu, he2…………………

Masih banyak aktifitas yang terjadi selama Ramadhan dan Lebaran, namun hal ini pastinya tidak mungkin kalo’ kami utarakan semua. Namun sedikit InsyaAllah sudah mewakili keseluruhannya. Akhirnya Kami Mengucapakan Selamat Menunaikan IBadah Puasa, semoga Ibadah kita diterima oleh Allah S.W.T, dan selamat Menyambut lebaran juga tentunya.

By : Wong Bago’s Team
Baca Selengkapnya...

Lama Enggak Update Blognya Desa Bago

Wuih cukup lama juga enggak melakukan update pada blog ini, karena memang adminnya sedang sibuk dan belakangan ini memang jarang online terlebih admin blog ini hanya satu yaitu hanya saya yang menanganinya secara single fighter alias hanya sendirian belum ada relawan yang bersedia membantu.

Sebenarnya bukan belum ada yang bersedia membantu Cuma mereka masih banyak yang belum mengerti tentang bagaimana cara mengoperasikan blog ini, meskipun langkahnya sangat sederhana sekali, tapi enggak papa yang penting saya selaku admin dari blog ini yang juga mengurus beberapa website saya yang lain mesti bersabar dan mungkin kedepan saya akan semakin mudah mendapatkan admin untuk membantu mengurus blog ini seiring dengan meningkatnya pengguna internet di Desa Bago, dan tanda-tanda ini sudah ditunjukkan dengan banyak warga Desa Bago yang sudah berkeliaran di Facebook.

Biasanya ada mas Hamid yang selalu aktif mengisi konten pada blog ini, tapi sepertinya mas Hamid juga sedang sibuk, karena memang Mas Hamid dan saya sedang memiliki proyek kerja yang masih membutuhkan perhatian yang intensif mengingat proyek ini masih baru, dan sekali lagi untuk warga Desa Bago khususnya yang mungkin sedang berkunjung kesini dan ingin menuliskan uneg-unegnya seputar Desa Bago bisa mengirimkan artikelnya kealamat email saya shetiaone@gmail.com atau bisa menemui saya langsung dengan membawa flashdisk ke BaseCamp RETRO DESIGN, karena saya dan mas Hamid belakangan ini sering nongkrong disana.

Udah dulu yah update kali ini semoga kedepan semakin banyak konten seputar Desa Bago yang bisa kita publikasikan ke Dunia luas melalui media internet ini, jadi kita enggak perlu minder meskipun kita hidup di Desa, jangan lupa Bago My Village…
Baca Selengkapnya...

Musim Hujan Itu Masih Ada

Sudah dua hari ini di Desa kami Desa Bago dilanda hujan yang cukup lebat lengkap dengan petirnya, ternyata musim hujan itu masih ada, saya pikir selama ini musim hujan itu sudah berakhir karena memang selama ini cuaca di Desa Bago sudah sangat panas dan hal ini masih dipertegas dengan banyaknya debu yang betebaran mengotori halaman, jadi tak heran jika kebiasaan warga untuk menyiram halaman rumah sudah mulai tampak sejak sebulan terakhir ini.
Tapi memang kondisi alam sulit ditebak walau kami sudah mengira sekarang sudah musim kemarau nyatanya hujan masih melanda Desa kami, memang hal ini enggak masalah buat kami justru kami bersyukur Karena dengan turun hujan seperti yang terjadi dua hari terakhir ini dapat meringankan beban warga, terutama para petani yang memiliki tanaman disawah minimal mereka enggak perlu repot-repot mengairi sawah dan buat warga yang halamannya sudah dipenuhi dengan debu mereka tidak perlu menyiram halaman mereka lagi.

Dan hujan dikala musim panas seperti ini juga dapat memperindah pepohonan dan tanaman, karena dengan diguyur air hujan pepohonan dan tanaman akan kembali mengeluarkan auranya yaitu warna hijau daun yang sudah memudar akibat tertutupi oleh debu kini kembali bersinar karena sudah dicuci bersih oleh air hujan tentu hal ini akan membuat Desa kami akan semakin indah dan kesan sejuk nuansa alam perdesaan akan semakin terasa.

Kesimpulannya adalah kami bersyukur atas nikmat tuhan yang telah diberikan kepada kami, apapun itu bentuknya karena kami yakin apa yang Tuhan berikan kepada kita pastilah yang terbaik untuk kita semua.
Baca Selengkapnya...